PENIKMAT SENJA

Orang Bodoh Yang Tak Kunjung Pintar. Di Jalan Yang Semoga Jalan-Nya

"KEBAHAGIAN"

Malam ini begitu sunyi di antara sudut kota dan gemerlap lampu kendaran.
Di sudut kota pahlawan ini, aku mencoba menulis kembali.
Mungkin tulisan ini agak sedikit gamblang atau kurang jelas, tapi insya allah bisa di terima akal sehat :D

Kebahagiaan...
siapa dari kita yang tak  menginginkan kebahagiaan?? Beritahu saya.. :D
Banyak sekali orang yang begitu mendambakan kebahagian dalam setiap di hidupnya serta langkah mereka.
Begitu pun aku juga menginginkan itu.
Tapi tunggu dulu teman..!!!

Bagaimana kebahagian itu?
Seperti apa bahagia itu?
Di mana kebahagian itu?

Kebahagian ya.. menurutku kebahagian itu "ikhlas dan bersyukur" nah loo malah bikin mikir lagi :D

Kenapa aku mengartikannya adalah ikhlas dan bersyukur, karena kebahagian itu bukan dari luar yang kita bawa dalam hidup kita, tapi sebaliknya. Kebahagian adalah apa yang ada di dalam bisa kita bawa keluar itulah kebahagian sesungguhnya.
Bagaimana tidak?? Jika batin kita tak bisa merasakan bahagia lantas bagaimana kita bisa memaknai apa kebahagian itu? Jika kebahagian adalah apa yang ada di luar kita bawa dalam diri kita, maka itu adalah nafsu. Karena akan tiba saatnya kita menerima kebosanan atau jenuh dengan hal atau apa bahkan siapa itu. karena nafsu sudah menjadi sifat mutlak setiap manusia yang tak pernah habis akan jutaan keinginan.
"Ikhlas dan Bersyukur" inilah yang aku maksudkan. karena Dua kata ini semua ada dalam diri kita sendiri, tinggal bagaimana kita bisa mengaplikasikan ke dalam hidup kita.

Contoh sederhana saja ;

Saat kita jalan-jalan di salah satu mall yang ada di surabaya kita melihat ada barang contohnya sepatu atau baju dengan diskon yang bisa membuat setiap orang saling membunuh karena ingin beli :D
Tanpa pikir panjang kita membeli salah satu barang itu padahal kita sadar barang itu tidak terlalu bagus dan jauh dari kreteria kita. Nah disini setelah membeli apa yang kalian rasakan??
pertama : pasti "kecewa" yang karena kurang cocok dengan kita.
kedua : "uang" jelas kita memikirkan uang itu meski harga tak seberapa tapi uang yang keluar itu mungkin bisa buat beli yang lain.
Ketiga : barang terlantar tak terpakai "mubadzir"(sia-sia) jelas akan sia-sia kembali ke poin pertama.

Nah.. dari ilustrasi di atas kita bisa ambil hikmahnya mungkin sederhana, tapi semua itu penuh makna. Kita yang terlalu menyepelekan hal kecil dan memilih tak menghiraukan adalah orang yang sangat kurang memahami keadaan dan selalu gampang marah dengan orang lain, tapi bukan ini yang kita bahas.
Dari ilustrasi diatas tadi kita sudah tak sengaja melakukan 3 kesalahan atau lalai bukan 3 bisa jadi banyak sekali. Tapi dari ke 3 itu kita bisa ambil kesimpulan karena kurangnya kita bersyukur dan ikhlas dari batin kita sendiri, dan akhirnya timbul rasa kecewa dan penyesalan.

Kita mudah sekali berubah setiap saat, setiap kondisi, tergantung bagaimana setiap individu menyikapinya. Tapi di sisi lain aku tidak memungkiri karena hal seperti ini adalah sesuatu yang sudah menjadi kodrat manusia, ya ini namanya anugerah.
Kalau kita tau ini adalah anugerah Tuhan seharusnya kita bisa dan memahami ini!! Karena ini adalah sifat kita sendiri, bukan menunggu orang lain untuk mengerti kita.

"Syukur dan ikhlas" inilah dua kata sederhana tapi jika kita telaah bisa satu buku penuh bahkan kurang.
Dengan kita bisa bersyukur kita bisa menikmati apa yang kita miliki, bahkan sampai kita bisa memberi kepada orang lain dan membuat mereka merasa bahagia dan nyaman dengan kita. Bersyukur itu tidak sulit, yang bilang bersyukur itu sulit adalah orang yang sudah sugesti otak dan hatinya sendiri bahwa itu sulit. Bersyukur itu sederhana hanya dengan kata "terima kasih" atau "alhamdulillah" setiap apa yang kita miliki, Apa pun itu bentuk dan rupanya. Mulai dari kita bisa bernafas, kecantikan, mendengar, berfikir, atau rizki kita. Sang Maha dari segala Maha di muka bumi dan angkasa ini menjanjikan "barang siapa yang mensyukuri nikmatKU maka akan AKU tambah kepadanya" janji Tuhan sudah jelas lantas apa kita sudah melaksanakan??

Tanamkan dalam diri kita kalau kita bisa. "I can do it".

"Ikhlas" sendiri lebih dalam lagi artinya dari pada syukur, tapi dari kedua ini masih ada benang merah. "Ikhlas" adalah bagaimana jika bisa menerima dan memberi tanpa ada beban dan paksaan dari apa atau siapa.
Menerima.. menerima apa saja yang kita miliki, menerima apa saja yang diberikan kepada kita.
Memberi.. memberi apa saja saja yang kita bisa tanpa ada beban atau berat hati untuk melepaskan itu.
Seperti dalam Al-qur'an surat Al-Ikhlas dari semua ayat tak ada satu pun ayat yang bunyinya "ikhlas" sederhana tapi jika telaah secara mendalam maka kita akan terkagum-kagum dengan kalam Allah.
Apa yang kita lakukan untuk orang lain atau kita lakukan untuk diri sendiri alangkah baiknya kita setting dalam diri kita ikhlas. Dengan ikhlas kita menjalankan semua aktifitas atau memberikan sesuatu tidak dengan rasa berat hati atau terpaksa.
Tapi banyak yang menyalah artikan ikhlas sama dengan pasrah. Pasrah bukan sepeti itu pasrah adalah apa yang sudah kita lakukan atau kita usahakan seluruh tenaga dan kemampuan kita tapi masih belum ada hasil yang seperti kita harapkan inilah pasrah. Pasrah bukan hanya diam dan berserah diri pada Tuhan tapi semua ada usaha.

Inilah kebahagian sesungguhnya bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini dan bisa membaginya kepada orang lain, ikhlas atau bermurah hati dengan semua keadaan kita, serta apa yang akan kita terima atau memberi yang kita miliki.
Masih banyak orang yang kurang cukup diantara kita, cobalah turun kebawah untuk mengerti bagaimana kehidupan mereka. "Di atas langit masih ada langit, tapi jangan lupa di bawah langit masih ada bumi"
Pelajaran hidup tak akan kita temukan hanya di bangku sekolah atau kuliah, cobalah keluar dan membaur dengan jutaan ragam orang dengan jutaan masalah dan kenikmatan yang mereka miliki.

Mungkin ini adalah kebahagian yang aku tahu, jika kurang tepat mungkin teman-teman sekalian bisa memberikan tambahan agar teman-teman yang lain bisa lebih mengerti.
Kutipan terakhir ku hanya satu

" sebelum ingin membahagiakan orang lain, bahagiakan diri kita dahulu. Dengan diri sendiri saja tidak bisa bagaimana dengan orang lain. Karena kebahagian itu tidak munafik "

Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk ""KEBAHAGIAN""