PENIKMAT SENJA

Orang Bodoh Yang Tak Kunjung Pintar. Di Jalan Yang Semoga Jalan-Nya

Pentingnya Sebuah Renungan

pagi pun mulai menampakkan mega merahnya.

aungan sang angin mengiringi datangnya sang surya.
tetes embun menambah suasana penampakan keindahan alam.
serasa mengalahkan segalanya yang pernah ada terdahulu.

Dalam sebuah rekrontruksi kehidupan memberikan sebuah tempat yang paling indah. bahkan terasa nyaman untuk kita nekmati dan kita habisi setiap waktu dan bahkan setiap detik. Semua yang sebenarnya bukan menjadi milik kita bisa juga kita miliki meskipun hanya sementara ataupun sesaat. Tapi yang selalu menjadikan lupa akan semua itu adalah nikmat dan dirikita sendiri, semakin kita larut dalam sebuah nikmat maka semakin lama pula kitan akan jatuh dan tak akan kembali seperti keadaan semula. Disinilah penting akan sebuah Renungan yang mungkin sudah jarang orang lakukan. Kebanyakan semua orang lalai akan tujuannya sebenernya dan melupakan siapa jati dirinya. 

Kalau  kita  mencoba  untuk  merenung  sejenak  dan  melupakan  semua kesibukan  sehari-hari  maka  kita akan  menyadari  bahwa  manusia  jaman sekarang  ini  paling  lama  umurnya  80  tahun.  Itupun  sudah termasuk panjang umur. Tetapi  kita  sering  lupa  akan  hal  ini  sehingga  kita  mati-matian  mengejar uang, harta, jabatan dan mengabaikan hati nurani kita. Kita menginjak dan menghina  orang  yang  tidak  seberuntung  kita  dan  kita menjilat  serta mencari muka terhadap orang kaya dan berpangkat.
 
Kita  menilai  orang  dari  mobil,  rumah,  harta,  atau  jabatannya  dan  bukan pada pribadi seseorang. Ini yang membuat kita menjadi orang yang egois, serakah, sombong, materialis dan membutakan hati nurani kita sendiri. Masing-masing  orang  bersaing  untuk  saling  melebihi  dan  pamer kekayaan,  pamer  rumah, pamer mobil,  dan  lain-lain.  Padahal  itu  semua hanya  membuat  orang  yang  tidak  seberuntung  kita menjadi panas  hati dan iri hati.
 
Untuk  itu  kita  harus  sadar  dan  ingat  bahwa  hidup  ini  tidak  semata-mata mengejar  uang,  harta, jabatan,  tapi  yang  utama  hidup  ini  harus  kita  isi dengan perbuatan-perbuatan yang berguna dan bermanfaat baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain. Itu  semua  membuat  kita  merasa  puas,  bahagia,  rendah  h a t i   d a n mempunyai  empati  terhadap orang  yang  tidak  seberuntung  kita.  Rejeki kita  tidak  akan  habis,  malahan  rejeki  kita  akan  lancar dan tidak  terputus bila  kita  mau  membagi sebagian  dari  rejeki  kita  untuk  orang-orang  yang memang benar-benar  membutuhkan  bantuan kita.
 
Marilah  hidup  ini  kita  isi  dengan  perbuatan-perbuatan  yang  berguna  dan bermanfaat baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain.
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Pentingnya Sebuah Renungan"