Showing posts with label CERPEN. Show all posts
Showing posts with label CERPEN. Show all posts

Wednesday, November 4, 2015

GADIS HUJAN


Desember pukul 17.00wib Sore itu hujan cukup deras. Datang tiba-tiba mengusir  indahnya senja. Digantikan oleh awan hitam yang menakutkan. Gemuruh juga mulai bersuara membuat para orang tua menggendong erat anaknya yang ketakutan. Berteduh diteras toko atau dibawah halte, ada juga para pedagang yang mengembangkan payung besar diatas dagangannya. Atau para remaja yang masuk ke dalam cafe sederhana, entah mereka benar-benar ingin memesan makanan atau hanya sekedar numpang tempat untuk berteduh. Disudut cafe itu tampak seorang lelaki menikmati secangkir espresso. Sesekali menghirup aroma tembakau ditangannya. Namanya David. Matanya menerawang tajam kearah jalan raya yang basah kuyup karna hujan. Dia menyukainya, Menyukai hujan. Baginya setiap tetes yang jatuh membawa seribu janji kehidupan.  Yah, itulah yang dipikirkannya. Hingga tanpa dia sadari rokok disela-sela jarinya telah memendek. Dia menyulut lagi.

Hujan ini mengingatkannya pada sesosok gadis yang dia temui dihalte depan. Tepat saat sore seperti ini. Dia ingat jelas kala itu mereka berdua terjebak diantara derasnya hujan. Gadis itu menggunakan baju biru kotak-kotak, berhijab dengan sangat rapi.  “tidak terlalu cantik, tidak terlalu memukau. Biasa saja. Tapi entahlah seperti ada sesuatu yang berbeda dari dia” batin david kemudian tersemyum manis. Entah apa yang membuatnya berani bicara saat itu. Ya, david mengajaknya berbincang meski sebentar. Sebatas perkenalan mungkin. Karna mereka memutuskan untuk berteduh dicafe yang sama. Sembari memesan espresso dan coklat panas. Tepat dikursi yang diduduki David sekarang.  Perkenalan singkat yang menjadikan awal dari kisah indah mereka.  Gadis itu. Gadis yang membuat hati david bersemi. Persis seperti namanya “Bunga”. Gadis yang membuat David selalu berusaha melukis senyum dibibirnya. Gadis yang membuat David bersusah payah menyiapkan kejutan dihari ulang tahunnya meski dia tahu kalau tak mengerti arti romantis. Gadis yang membuat David tersenyum tanpa sebab.  Dan gadis yang membuat David menetapkan keputusan bahwa dalam hidupnya hanya dia selu ingin bersama bunga. Apapun yang dimilikinya diperuntukkan pada Bunga. Entah apa yang dia rasakan. Dia rasa ini bukan cinta. Entah kenapa dia hanya ingin membuat bunga tersenyum bahagia. Hanya itu. Entahlah, dia tidak mengerti.
     
Malam yang indah. David menyulut rokonya. Menyanyi bersama gitar akustiknya. Dia berlatih. Menyiapkan lagu spesial untuk sosok yang amat dicintainya. Siapa lagi jika bukan gadis hujannya tak lain adalah bunga. Gadis yang berjanji akan bersedia menerima dia apa adanya. Sesekali david menghisap aroma tembakau yang menjadi Favoritnya. Dan satu lagi. Sebotol Alkohol menemaninya juga malam itu. Dia ingin tau bagaimana reaksi gadis hujannya saat melihat dirinya melayang. Tak hanya itu, dia juga ingin gadisnya itu mengerti bahwa itulah david yang sebenarnya. Dia tidak ingin ada sesuatu yang disembunyikan diantara mereka. Tak lama setelah itu  .

Bunga datang. Membawa sekotak makanan untuknya. Seakan ada petir yang menyambar bagian ditubuhnya. Hati. Hatinya tersentak kaget. Entah apa yang ada difikirannya. Bunga mengambil botol alkohol itu kemudian dilemparkan olehnya. “kenapa bunga? Kenapa kamu pecahin botol itu?” tanya David tersenyum tipis.

“ kamu!! Aku nggak nyangka kamu kayak gini! Aku gak nyangka kamu minum Vid!!” kata Bunga dengan matanya yang berkaca-kaca.

“ ini aku, David yang sebenarnya. Aku ingin kamu tau kalau ini sisi lain dari david yang kamu kenal. Aku ingin kamu faham bunga! Aku ingin kamu mengerti” jelas david mengusap airmata Bunga. Baru kali ini David melihatnya.

“kamu nggak seperti David yang aku kenal. Aku kecewa vid! Aku kecewa! Aku gak pengen semakin lama bersama orang yang salah. Aku kecewa Vid!” kata Bunga. Airmatanya semakin deres berjatuhan.

“ kamu sendiri yang bilang, kamu akan terima aku apa adanya, mana bunga? Mana? Bahkan kamu merasa salah telah memilihku. Mana janji kamu waktu itu?” tanya David nada kecewa.

Bunga hanya menangis, pikirannya penuh tanya dengan apa yang telah dilihatnya. Dia tidak ingin semakin dikecewakan. “kita putus” kata bunga menangis kemudian pergi meninggalkan David.

David hanya terdiam, termangu dalam kejadian beberapa menit yang lalu.
“apa yang kamu tangisin bunga? Apa? Kamu menangis karna aku yang seperti ini, atau karna kamu ? karna dirimu yang memang belum mengerti apa makna menerima apa adanya yang sesungguhnya” david berkata dalam hatinya sendiri.


To Be Continue ..
Writer : D.

Tuesday, November 3, 2015

DIA ADALAH MALAIKATKU

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ



Suatu  hari  seorang  bayi  siap  untuk  dilahirkan  ke  dunia.  Dia  bertanya
kepada Tuhan:

"Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku
ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya  begitu  kecil  dan
lemah?"

Tuhan  menjawab,  "Aku  telah  memilih  satu  malaikat  untukmu,  la  akan
menjaga dan mengasihimu."

'Tapi  di  sini.  di  dalam  surga,  apa  yang  pernah  saya  lakukan  hanyalah
bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia."

"Malaikatmu  akan  bernyanyi  dan  tersenyum  untukmu  setiap  hari.  Dan
kamu  akan  merasakan  kehangatan  cintanya  dan  menjadi  lebih
berbahagia."

"Dan bagaimana  saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka ?"

"Malaikatmu  akan  berbicara  kepadamu  dengan  bahasa  yang  paling  indah
yang  pernah  kamu  dengar;  dan  dengan  penuh  kesabaran  dan  perhatian,
dia akan mengajarkan bagaimana cara berbicara."

"Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?"

"Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara berdoa."

"Saya  mendengar  bahwa  di  Bumi  banyak  orang  jahat.  Siapa  yang  akan
melindungi saya?"

"Malaikatmu  akan  melindungimu,  walaupun  hal  itu  mungkin  akan
mengancam jiwanya."
'Tapi, saya pasti akan merasa sedih karena tidak melihat-Mu lagi."

"Malaikatmu  akan  menceritakan  padamu  tentang-Ku dan  akan
mengajarkan  bagaimana  agar  kamu  bisa  kembali  kepada-Ku, walaupun
sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."

Saat  itu  Surga  begitu  tenangnya  sehingga  suara  dari  Bumi  dapat
terdengar,  dan  sang  bayi  bertanya  perlahan,  'Tuhan,  jika  saya  harus  pergi
sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?"

"Kamu akan memanggil malaikatmu, IBU"

Saturday, August 22, 2015

Ibunda Mengapa Ibu Menangis ??



بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Suatu
  ketika,  ada  seorang  anak  laki-laki  yang  bertanya  kepada  ibunya.
"Ibu.  mengapa  Ibu  menangis?".  Ibunya  menjawab,  "Sebab.  Ibu  adalah
seorang  wanita.  Nak".  "Aku  tak  mengerti"  kata  si  anak  lagi.  Ibunya  hanya
tersenyum  dan  memeluknya  erat.  "Nak,  kamu  memang  tak  akan  pernah
mengerti...."

Kemudian,  anak  itu  bertanya  pada  ayahnya.  "Ayah,  mengapa  Ibu
menangis?  Sepertinya  Ibu  menangis  tanpa  ada  sebab  yang  jelas?"  Sang
ayah  menjawab,  "Semua  wanita  memang  menangis  tanpa  ada  alasan".
Hanya  itu  jawaban  yang  bisa  diberikan  ayahnya. Lama  kemudian,  si  anak
itu  tumbuh  menjadi  remaja  dan  tetap  bertanya-tanya,  mengapa  wanita
menangis.

Pada  suatu  malam,  ia  bermimpi  dan  bertanya  kepada  Tuhan."Ya  Allah,
mengapa wanita  mudah  sekali  menangis?"

Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,

"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan
bahunya,  agar  mampu  menahan  seluruh  beban  dunia  dan  isinya,  walaupun
juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan  kepala  bayi
yang sedang tertidur.

Kuberikan  wanita  kekuatan  untuk  dapat  melahirkan,  dan  mengeluarkan
bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkah menerima
cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang
menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada  wanita.  Kuberikan  kesabaran,  untuk  merawat  keluarganya,  walau
letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah

Kuberikan  wanita,  perasaan  peka  dan  kasih  sayang,  untuk  mencintai
semua  anaknya,  dalam  kondisi  apapun,  dan  dalam  situasi  apapun.
Walau,  tak  jarang  anak-anaknya  itu  melukai  perasaannya,  melukai
hatinya.

Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi  yang
terkantuk  menahan  lelap.  Sentuhan  inilah  yang  akan  memberikan
kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan  wanita  kekuatan  untuk  membimbing  suaminya  melalui  masa-
masa  sulit,  dan  menjadi  pelindung  baginya.  Sebab,  bukankah  tulang
rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan
pengertian  dan  menyadarkan,  bahwa  suami  yang  baik  adalah  yang  tak
pernah  melukai  istrinya.  Walau,  seringkali  pula.  kebijaksanaan  itu  akan
menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri,
sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan,  akhirnya.  Kuberikan  ia  air  mata  agar  dapat  mencurahkan
perasaannya.  Inilah  yang  khusus  Kuberikan  kepada  wanita,  agar  dapat
digunakan  kapanpun  ia  inginkan.  Hanya  inilah  kelemahan  yang  dimiliki
wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, karena
di kakinyalah kita menemukan surga.

##
sahabat sekalian mungkin dari cerita diatas begitu banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil, semoga bisa menjadi manfaat dalam kehidupan kita semua dan tidak hanya  sadar ketika membaca tapi setelah itu lupa.
saya tak ingin mendiskriminasi tentang masalah gander. laki-laki atau wanita sama saja buat saya, yang terpenting bagaimana kita bisa bisa menjadi anak yang dapat memberikan syafaat serta selalu mendapatkan ridho dari orang tua kita.
jangan menunggu kehilangan mereka baru kita sadar dan berakhir pada penyesalan.
satu lagi pelajaran dari cerita di atas
Sudah pantaskah  diri kita menjadi seorang anak dan kelak menjadi orang tua ??

Thursday, June 18, 2015

Pikiran Yang Membelenggu


 selamat malam sahabat sekalian semoga di bulan suci ramadhan ini selalu di berikan keberkahan dan barokah untuk semua kegiatan kita.. amin.. 
berpikir itulah yang membedakan kita dengan makhluk ciptaan-Nya yang lainnya, kita diberikan akal dengan maksud agar kita bisa berpikir dan membedakan mana yak hak dan mana yang batil. kita sering menemui orang lain entah itu teman atau sahabat kita bahkan keluarga atau sodara kita yang enggan untuk berpikir atau memikirkan. mereka bertindak semaunya sendiri. jangan salahkan jika mereka begitu. jika memang sudah menjadi karakter atau sudah kebiasaan mereka setiap persoalan apa pun atau saran apa pun dari orang lain tak akan bisa. hanya diri mereka sendiri yang bisa membelajari semua itu.

Hampir  seluruh  persoalan  hidup  bermula  dari  ketidakmauan  kita
menerima  hidup  ini  apa  adanya.  Kita  tak  mampu  berkompromi  pada
kenyataan.  Kita  tak  sudi  melepaskan  kacamata  paradigma  dan  melihat
realitas  secara  sederhana.  Kita  lebih  suka  bermain-main  dengan
persepsi.  Kita  lebih  senang  berlindung  membenarkan  pikiran  diri  sendiri.
Padahal itu adalah bentuk lain dari belenggu sehari-hari.

Mari, sejenak kita pejamkan mata. Menemukan kesejukan pikiran. Menggali
ketentraman perasaan. Menyentuh jiwa yang tenang. Menekuri setiap tarikan
nafas. Menyadari keberadaan kita di bumi ini. Meneguhkan kembali ikrar kita
pada semesta yang agung; ikrar untuk mencurahkan   yang terbaik bagi hidup
ini. dan membiarkan tangan-tanganNya menuntun setiap gerak kita sehari-
hari.

semoga bermanfaat
amin ..
#PenikmatSenja

Monday, March 2, 2015

PERBINCANGAN LAHIR DAN BATIN


jiwa ini semakin tak kuasa, hantaman palu pun tak akan terasa, sabitan tanjamnya waktu serasa membunuhku perlahan. Ketakutan dan kekhawatiranku menjadi kenyataan yang dulu sempat dianggap biasa dan berujung binasa. Entah akan lari kemana lagi aku,  aku seperti daun jatuh dari pohon yang tertiup angin tak mengerti mata angin hanya berharap aku tetap bisa menyimpannya. Aku tak lelah bukan juga tak kuat, aku hanya perfikir kenapa semua itu bisa terjadi secara perlahan dan pasti, aku mencoba memandangi kaca tapi tetap sama semu yang ku dapat. Aku mencoba meraungkan wajahku ke sungai diaman kita dulu pernah bersama, entah air yang keruh atau aku yang terlalu kotor.

Tangan kananku mulai kaku seperti es, ku tulis ini hanya dengan tangan kiri dan ingin kusembunyikan dari tangan kananku, aku tak ingin menyakiti mereka. Tuhan… kalau ini sudah menjadi cobaku atau hukum atas karmaku, maka aku ingin yang lebih berat, aku tak menyalahkan siapa atau apa dalam keadaan ini, hanya diriku ini yang perlu disingkirkan.  “harapku dalam hati”