Showing posts with label STORY. Show all posts
Showing posts with label STORY. Show all posts

Sunday, April 10, 2016

Hidup Itu Indah

Dalam  menghadapi  kehidupan  ini,  kita  sering  merasa  hidup  begitu
menekan  dan  sulit.  Berbagai  pekerjaan  membuat  kita  melewati  hari  demi
hari  dalam  stres  yang  tak  berkeputusan.  Berbagai  masalah  membuat  kita
tak  mampu  lagi  melihat  hal-hal  yang  indah  dan  menarik  dalam  hidup.
Bahkan  kadangkala  ada  juga  orang  yang  begitu  putus  asa  sehingga
mencoba  mengakhiri  hidupnya  sendiri.  Kalaupun  tidak  seekstrim  itu,
banyak  orang  menjadi  seperti  robot.  Melewati  hari  demi  hari  dalam
rutinitas. Tanpa gairah, tanpa semangat, tanpa harapan.

Dengan  memiliki  harapan  manusia  mempunyai  alasan  untuk  tetap
melanjutkan  hidupnya.  Harapan  membuat  manusia  tidak  pernah  berhenti
berjuang.  Harapan  membuat  manusia  merancangkan  langkah-langkah
yang  tepat  bagi  kelangsungan  hidupnya.  Ini  membuktikan  bahwa  hidup
manusia  itu  berharga  karena  didalamnya  terkandung  nilai-nilai  yang
diperjuangkan untuk membuat manusia tetap hidup.

Friday, November 13, 2015

Kepada Para Mantan Tercinta, Dari Kami, Lelaki Yang Sudah Kalian Lupakan.

Kepada para mantan tercinta, dari kami, lelaki yang sudah kalian lupakan.

Membuat tulisan seperti ini adalah sebuah hal yang berat untuk kami. Tapi tidak bisa tidak, ini sesuatu yang harus kami lakukan. Dengan segala resiko cemohoon orang-orang yang tertawa sinis sambil bilang, “dasar gak bisa move on!”. Atau juga amarah kekasih tampan kalian yang sekarang menggandeng tangan kalian dengan bangga dan bahagia.

Ya, kami melakukan ini untuk kalian. Atas nama kenangan. Atas nama impian yang dulu pernah kita bangun bersama. Atas nama mimpi-mimpi bahagia yang pernah menjadi angan-angan.

Mungkin tulisan ini berupa sebuah persembahan terakhir kami kepada kalian, sebelum kami benar-benar menutup halaman kitab suci percintaan yang kini sudah tamat kita selesaikan. Walaupun kisah ini sepertinya tidak berakhir dengan indah, setidaknya kata-kata penutupnya adalah sesuatu yang indah yang bisa kita kenang bersama.

Kenangan..

Kenangan hanyalah sebuah kata pendek yang sederhana. Tetapi maknanya sedalam lautan. Hanya kenanganlah yang dapat membuat kami kuat, namun pada saat yang sama, kenangan pula yang melemahkan kami. Tapi tak apa. Ini adalah sebuah fase dalam kehidupan yang tak mungkin siapa pun hindari.

Kami hanya ingin mengenang masa-masa indah bersama kalian. Masa-masa di mana seolah-olah waktu tak pernah berputar dan kita seperti hidup di dalam keabadian. Masa inilah yang mungkin adalah bagian dari hidup kami yang paling berharga.

Berharga karena ada kalian di dalamnya..

Karena hanya kalian yang membuat kami berharga. Hanya kalian yang bisa membuat kami merasa bagaikan superhero yang rela menembus badai demi seseorang yang kami cintai. Hanya kalian yang membuat malam gelap seolah terang benderang, dan siang menyengat seolah fajar yang sejuk.


Hanya kalian pula yang sanggup membuat kami tertawa karena bahagia, tersenyum kecut lantaran berbuat salah, atau menangis sesenggukan karena tidak dipedulikan. Hanya kalian yang bisa membuat kami belajar lebih rajin agar sukses dalam kuliah. Hanya kalian pula lah yang membuat kami ingin berusaha keras memperbaiki hidup kami yang sudah amburadul sejak awal.

Kalian lah yang selalu memperhatikan apapun yang kami lakukan. Memberikan semangat saat kami putus asa dalam usaha-usaha kami. Sekedar membuatkan masakan kecil untuk kami makan, di kamar kost kami yang sempit dan berbau rokok.

Wajah cantik kalianlah yang selalu tersenyum saat kalian melihat kami kekenyangan oleh pudding pink yang kalian buat, atau sop ayam keasinan yang kalian bawakan. Yang merengut ngambek saat kami datang terlambat di malam minggu. Yang begitu senang saat kami menggandeng tangan kalian di keramaian. Yang begitu bangga memperkenalkan kami kepada teman-teman gaul kalian.

Monday, August 24, 2015

IBUNDA ITU PENEDUH BAGI JIWA

ibu
ibunda
mama
umi
emak
begitu banyak nama yang bisa kita pakai.
tapi tak ada gelar yang pantas disandangnya kecuali nikmat surga-Nya.
dia yang tak henti-henti memberikan tak kita meminta yaitu do'a.
dia yang selalu menangis tanpa henti disetiap malam untuk ampunan.
sholehah adalah gelar di dunia baginya, yang berhadiahkan surga.
masihakah kita membentak, marah, membohongi, sampai karas kepadanya.
ampunan-Nya mungkin tak akan pernah ada tanpa ada belas kasih darinya.

Menjadi seorang ibu merupakan karunia yang sangat mulia. Ia dilembutkan suaranya agar menjadi peneduh bagi jiwa, ia diindahkan bentuknya agar menjadi penggembira bagi siapa pun yang melihatnya. Ia dikuatkan hatinya agar mampu menanggung beban seberat apa pun, ia disantunkan kata-katanya agar menjadi penyemangat ketika hati gundah.

BAGAIMANA MENJADI IBU YANG BAIK - ADA BEBERAPA HAL-HAL SEDERHANA YANG DAPAT DILAKUKAN DAN PERHATIKAN HASILNYA.

PERTAMA: Jaga kesantunan kata-kata. Kata-kata merupakan dasar utama pembentukan karakter. Ia merupakan sebuah rangkaian doa panjang yang mampu menetapkan akan menjadi apa putra-putri kita nantinya. Jangan pernah mengeluarkan kata-kata yang penuh amarah, apalagi yang merendahkan.

KEDUA: Jangan pernah berhenti mendoakan anak dalam setiap salat atau ibadah kita. Sejarah membuktikan bahwa orang-orang sukses adalah karena ketulusan doa orang tuanya. Jadikan doa-doa anda seperti permadani panjang yang akan mengantarkannya pada kemudahan kemudahan persoalan hidupnya kelak.

KETIGA: Jangan pernah sekalipun putra-putri kita mendengar pertengkaran orang tuanya karena akan mengecilkan hatinya ketika menghadapi kesulitan-kesulitan. Studi psikologi membuktikan seseorang yang dibesarkan dalam lingkungan orang tua yang penuh amarah akan memiliki daya tahan yang rendah dalam menghadapi persoalan.

KEEMPAT: Jaga keluarga kita dengan hati yang baik. Sehebat apa pun atau ke mana pun putra-putri kita akan disekolahkan. Tidak akan menjadi apa-apa sampai kualitas hati orang tuanya menjadi baik.

KELIMA: Anak-anak kita adalah bintang, ia memiliki kualitas bintang yang luar biasa kalau kita mau menggalinya. Jika ia tidak menjadi bintang, karena kita memperlakukan dengan cara-cara biasa.

KEENAM: Jangan pernah bicarakan kekurangan dan atau kejelekan putra-putri tercinta kita, apalagi menceritakan secara berulang-ulang. Mungkin memang benar dia melakukan kesalahan, tetapi dengan menceritakan justru akan memperkuat perilaku salahnya.

KETUJUH: Ajarkan nilai-nilai keluhuran budi karena hanya budi pekerti luhurlah yang akan membawa pada nilai-nilai kebahagiaan hakiki.

Tentu masih banyak hal-hal lain yang akan melengkapi kesempurnaan seorang Ibu.

Subhanallah..

aku sayang engkau wahai IBUNDA

Saturday, August 22, 2015

Ibunda Mengapa Ibu Menangis ??



بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Suatu
  ketika,  ada  seorang  anak  laki-laki  yang  bertanya  kepada  ibunya.
"Ibu.  mengapa  Ibu  menangis?".  Ibunya  menjawab,  "Sebab.  Ibu  adalah
seorang  wanita.  Nak".  "Aku  tak  mengerti"  kata  si  anak  lagi.  Ibunya  hanya
tersenyum  dan  memeluknya  erat.  "Nak,  kamu  memang  tak  akan  pernah
mengerti...."

Kemudian,  anak  itu  bertanya  pada  ayahnya.  "Ayah,  mengapa  Ibu
menangis?  Sepertinya  Ibu  menangis  tanpa  ada  sebab  yang  jelas?"  Sang
ayah  menjawab,  "Semua  wanita  memang  menangis  tanpa  ada  alasan".
Hanya  itu  jawaban  yang  bisa  diberikan  ayahnya. Lama  kemudian,  si  anak
itu  tumbuh  menjadi  remaja  dan  tetap  bertanya-tanya,  mengapa  wanita
menangis.

Pada  suatu  malam,  ia  bermimpi  dan  bertanya  kepada  Tuhan."Ya  Allah,
mengapa wanita  mudah  sekali  menangis?"

Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,

"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan
bahunya,  agar  mampu  menahan  seluruh  beban  dunia  dan  isinya,  walaupun
juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan  kepala  bayi
yang sedang tertidur.

Kuberikan  wanita  kekuatan  untuk  dapat  melahirkan,  dan  mengeluarkan
bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkah menerima
cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang
menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada  wanita.  Kuberikan  kesabaran,  untuk  merawat  keluarganya,  walau
letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah

Kuberikan  wanita,  perasaan  peka  dan  kasih  sayang,  untuk  mencintai
semua  anaknya,  dalam  kondisi  apapun,  dan  dalam  situasi  apapun.
Walau,  tak  jarang  anak-anaknya  itu  melukai  perasaannya,  melukai
hatinya.

Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi  yang
terkantuk  menahan  lelap.  Sentuhan  inilah  yang  akan  memberikan
kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan  wanita  kekuatan  untuk  membimbing  suaminya  melalui  masa-
masa  sulit,  dan  menjadi  pelindung  baginya.  Sebab,  bukankah  tulang
rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan
pengertian  dan  menyadarkan,  bahwa  suami  yang  baik  adalah  yang  tak
pernah  melukai  istrinya.  Walau,  seringkali  pula.  kebijaksanaan  itu  akan
menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri,
sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan,  akhirnya.  Kuberikan  ia  air  mata  agar  dapat  mencurahkan
perasaannya.  Inilah  yang  khusus  Kuberikan  kepada  wanita,  agar  dapat
digunakan  kapanpun  ia  inginkan.  Hanya  inilah  kelemahan  yang  dimiliki
wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, karena
di kakinyalah kita menemukan surga.

##
sahabat sekalian mungkin dari cerita diatas begitu banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil, semoga bisa menjadi manfaat dalam kehidupan kita semua dan tidak hanya  sadar ketika membaca tapi setelah itu lupa.
saya tak ingin mendiskriminasi tentang masalah gander. laki-laki atau wanita sama saja buat saya, yang terpenting bagaimana kita bisa bisa menjadi anak yang dapat memberikan syafaat serta selalu mendapatkan ridho dari orang tua kita.
jangan menunggu kehilangan mereka baru kita sadar dan berakhir pada penyesalan.
satu lagi pelajaran dari cerita di atas
Sudah pantaskah  diri kita menjadi seorang anak dan kelak menjadi orang tua ??

Thursday, July 16, 2015

Aku Menunggu MU Membali RAMADHAN

Mereka sibuk bernyanyi untuk MU
tangan mereka seolah tak kenal rasa capek
mulut mereka bergerak tak seperti biasanya
sampai aku tak mengerti entah itu bahagai atau bersedih ??


Jika memang benar KAU akan pergi
kenapa KAU tak keluarkan satu patah kata ??
KAU sudah menguji “kita” dengan malam MU yang sangat rahasia
kenapa kepergian MU juga menjadi Rahasia bagi ku ..


Aku tak ingin beranjak dari tempat ini
ku rasa “mereka” sudah cukup mewakili dari semua benua
Aku hanya ingin menulis tentang MU saja
tentang KAU yang selalu di tunggu dan menjadi “abid”


KAU tak tampak tapi KAU berasa
bagai gula dalam kopi ku malam ini
KAU datang tidak di jemput pulang pun tak di antar
tapi KAU bukan jelangkung seperti mitos jawa
KAU adalah KAU dan tetap selalu menjadi diri MU
kebanggaan tersendiri jika aku bisa bertemu denga MU lagi
KAU dapat melipat gandakan “apa pun” 
tapi KAU bukan penyihir
KAU punya satu malam yang paling ditunggu setiap “abid”
bukan malam dimana bulan seperti bola mata dengan jutaan hiasan bintang

Apakah benar ini menjadi kemerdekaan jika KAU pergi ??

bukan aku tak yakin tapi aku yang menyayangkan hal itu
buat ku kemerdekaan adalah saat KAU masih bersama “kami”
Kini aku mengulang beberapa kepergian temasuk diri MU
Kini malamku tak lagi bersama MU lagi
Kini KAU akan menjadi momentum yang selalu ku tunggu


aku menunggu MU kembali RAMADHAN


29 Ramadhan 1436 H
#PenikmatSenja

              

DETIK DETIK KEPERGIAN RASULULLAH SAW


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
lama tak menulis kembali, kesempatan kali ini aku tak akan menulis, tapi saya mencoba mengumpulkan dari beberapa cerita mungkin ini terbilang singkat, karena Hanya Dia Sang Pemberi Nafasku yang tahu hakiki dari cerita ini. lebih dari 100 atau bahkan 1000 tulisan tentang detik-detik atau cerita menjelang di ambilnya Ruh Nabi kita Muhammad SAW. dan begitu banyak hikmah jika kita kembali menelaah dan merenungkan apa yang bisa diambil dari setiap detik demi detik menjelang keperian Rasulullah SAW. Semoga tambahan tulisan ini bermanfaat untuk kita semua bagi pembaca terlebih untuk saya sendiri. dan terima kasih untuk puluhan blog atau beberapa refrensi buku tak mungkin saya tulis satu persatu جَزَاكُمُ اللّهُ

Pagi itu Rasululloh dengan suara terbata-bata berkutbah, " Wahai umat ku. kita semua dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih_Nya, maka taat dan bertaqwala kepada_Nya. Ku wariskan dua perkara kepada kalian, Al Qur'an dan Sunnahku. Siapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk surga bersama-sama aku"
Kutbah singkat itu di akhiri dengan pandangan mata rasululloh yang tenang dan penuh minat menatap satu persatu sahabatnya. Abu bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang. Ali menundukkan kepala.
Isyarat telah datang, saatnya telah tiba, " Rasululloh akan meninggalkan kita semua" keluh hati sahabat. Manusia tercinta itu, hampi selesai tunaikan tugasnya. Tanda-tanda itu makin kuat. Ali dengan cekatan memeluk rasululloh yang lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah rasululloh masih tertutup. Di dalamnya rasul terbaring lemah dengan kening berkeringat membasahi pelepah kurma alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar salam, "bolehkah saya masuk?'
tanyanya.
Fatimah tak mengijinkan masuk. "Maafkan ayahku sedang demam."
Ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya, "siapakah itu wahai anakku" "Tak taulah ayahku, sepertinya baru kali ini aku melihatnya" tutur Fatimah lembut.
Rasul menatap putrinya dengan pandangan yang mengetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah putrinya hendak di kenangnya.
" Ketahuilah. Dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. dialah malaikul maut" kata rasululloh. Fatimahpun menahan ledakan tangisnya.
Ketika malaikat maut datang mendekat, rasul menanyakan kenapa jibril tidak menyertainya. Kemudian di panggilah jibril yang sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah" tanya rasul dengan suara yang teramat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka. para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Ternyata itu tidak membuat rasul lega. Matanya masih penuh gambaran kecemasan.
" Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" tanya jibril.
" Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
" Jangan khawatir ya rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepada ku, Ku haramkan surga bagi siapa saja, kecuali umat muhammad telah berada di dalamnya" kata jibril.
Detik-detik semakin dekat. Saatnya Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh rasululloh di tarik. Nampak sekujur tubuh rasul bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini" rasululloh mengaduh lirih. Fatimah terpejam. Ali yang berada di sampingnya menunduk semakin dalam. Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" tanya rasululloh pada malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapa yang sanggup melihat kekasih Allah di renggut ajal," kata Jibril. Kemudian terdengar rasul memekik karena sakit yang tak tertahankan. "Ya Allah, dasyat nian maut ini, timpahkan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku".
Badan rasul mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya, " Uushikum bis shalati, wa maa malakat aymanukum. Peliharalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah diantara kamu"
Di luar pintu tangispun mulai terdengar bersahutan. Sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya. Dan Ali kembali mendekatkan telinga di bibir rasul yang mulai kebiruan, " Ummatii..., ummatii...., ummatii...,"

Tuesday, June 2, 2015

Menyisihkan Waktu Sejenak



Kita  tidak  pernah  melihat  bintang-bintang  bergerak,  walaupun  mereka
bergerak  dengan  kecepatan  lebih  dari  sejuta  kilometer  per  hari.  Kita  tidak
pernah melihat pohon tumbuh, atau memperhatikan diri kita yang semakin
tua setiap harinya. Kita bahkan tidak melihat jarum jam bergerak.

Kita  cenderung  berpikir  secara  statis  lalu  terkejut  oleh  perubahan  yang
senantiasa  terjadi  di  dalam  dunia  ini,  dan  seringnya  kejutan  itu  tidak
mengenakkan dan terkadang bahkan mematikan.

Coba kita sisihkan waktu sejenak untuk bersyukur atas hal-hal baik dalam
hidup kita. Renungkan tentang apa yang telah kitacapai. orang-orang yang
memperhatikan  kita.  pengalaman  yang  telah  kita  dapatkan,  keahlian  dan
minat  yang  kita  miliki,  apa  yang  kita  percayai,  dan  hal-hal  terindah  dalam
hidup kita. Karena hidup dan kesempatan itu hanya datang sekali

Monday, June 1, 2015

Sebutir Pasir



Penakluk  pertama  Mount  Everest.  puncak  tertinggi  dunia  di  Pegunungan
Himalaya,  Sir  Edmund  Hillary.  pernah  ditanya  wartawan  apa  yang  paling
ditakutinya  dalam  menjelajah  alam.Dia  lalu  mengaku  tidak  takut  pada
binatang  buas,  jurang  yang  curam,  bongkahan  es  raksasa,  atau  padang
pasir yang luas dan gersang sekali pun!

Lantas apa? "Sebutir pasir yang terselip di sela-sela jari kaki," kata Hillary.
Wartawan  heran,  tetapi  sang  penjelajah  melanjutkan  kata-katanya,
"Sebutir pasir yang masuk di sela-sela  jari  kaki  sering  sekali  menjadi  awal
malapetaka,  la  bisa  masuk  ke  kulit  kaki  atau  menyelusup  lewat  kuku.
Lama-lama  jari  kaki  terkena  infeksi,  lalu  membusuk.  Tanpa  sadar,  kaki
pun tak bisa digerakkan. Itulah malapetaka bagi seorang penjelajah sebab
dia harus ditandu."

Harimau,  buaya,  dan  beruang,  meski  buas,  adalah  binatang  yang  secara
naluriah  takut  menghadapi  manusia.  Sedang  menghadapi  jurang  yang
dalam  dan  ganasnya  padang  pasir,  seorang  penjelajah  sudah  punya
persiapan  memadai.  Tetapi,  jika  menghadapi  sebutir  pasir  yang  akan
masuk  ke  jari  kaki.  seorang  penjelajah  tak  mempersiapkannya.  Dia
cenderung mengabaikannya.

Apa  yang  dinyatakan  Hillary.  kalau  kita  renungkan,  sebetulnya  sama
dengan orang yang mengabaikan dosa-dosa kecil. Orang yang malakukan
dosa  kecil,  misalnya  mencoba-coba  mencicipi  minuman  keras  atau
membicarakan  keburukan  orang  lain.  sering  menganggap  hal  itu  adalah
dosa  yang  kecil.  Karena  itu.  banyak  orang  yang  kebablasan  melakukan
dosa-dosa  kecil  sehingga  lambat  laun  jadi  kebiasaan.  Kalau  sudah  jadi
kebiasaan,  dosa  kecil  itu  pun  akanberubah  jadi  dosa  besar  yang  sangat
membahayakan dirinya dan masyarakat.

Melihat  kemungkinan  potensi  kerusakan  besar  yang  tercipta  dari  dosa-
dosa  kecil  itulah,  Nabi  Muhammad  saw  mewanti-wanti  agar  ummatnya
tidak  mengabaikan  dosa-dosa  kecil  seraya  tidak  melupa  kan  amal  baik
kendati kecil juga.

Dalam  kisah  sufi,  seorang  pelacur  masuk  surga  hanya  karena  memberi
minum  anjing  yang  kehausan.  Perbuatan  yang  cenderung  dinilai  sangat
kecil  itu  ternyata  di  mata  Allah  punya  nilai  sangat  besar  karena  faktor
keikhlasannya.  Bukankah  semua  roh  yang  ada  di  seluruh  jagad  ini,
termasuk  roh  anjing  tersebut,  hakikatnya  berasal  dari  Tuhan  Yang  Maha
Pencipta juga? Itulahnilai setetes air penyejuk yang diberikan sang pelacur

pada anjing yang kehausan

Putus Asa

Pada  suatu  saat.  Iblis  mengiklankan  bahwa  ia  akan  mengobral  perkakas-
perkakas  kerjanya.  Pada  hari  H,  seluruh  perkakasnya  dipajang  untuk
dilihat calon pembelinya, lengkap dengan harga jualnya. Seperti kalau kita
masuk  ke  toko  hardware,  barang  yang  dijual  sungguh  menarik,  dan
semua  barang  kelihatan  sangat  berguna  sesuai  fungsinya.  Harganya pun
tidak mahal.

Barang  yang  dijual  antara  lain;  Dengki,  Iri.  Tidak  Jujur,  Tidak  Menghargai
Orang Lain. Tak Tahu Terima Kasih. Malas, Dendam, dan lain-lainnya.

Di  suatu  pojok  display.  ada  satu  perkakas  yang  bentuknya  sederhana,
sudah  agak  aus,  tetapi  harganya  sangat  tinggi,  bahkan  jauh  lebih  tinggi
dibandingkan yang lain.

Salah  satu  calon  pembeli  bertanya,  "Ini  alat  apa  namanya?  "Iblis
menjawab:  "Itu  namanya  Putus  Asa"  "Kenapa  harganya  mahal  sekali,
padahal  sudah  aus?"  "Ya,  karena  perkakas  ini  sangat  mudah  dipakai  dan
berdaya  guna  tinggi.  Saya  bisa  dengan  mudah  masuk  ke  dalam  hati
manusia  dengan  alat  ini  dibandingkan  dengan  alat  lain.  Begitu  saya
berhasil  masuk  ke  dalam  hati  manusia,  saya  dengan  sangat  mudah
melakukan  apa  saja  yang  saya  inginkan  terhadap  manusia  tersebut.
Barang  ini  menjadi  aus  karena  saya  sering  mengguna-kannya  kepada
hampir  semua  orang,  karena  kebanyakan  manusia  tidak  tahu  kalau  Putus
Asa itu milik saya".

Thursday, May 28, 2015

KETIKA DIRIMU DIABAIKAN 0LEH SESEORANG



.
Sahabat Ku,,,
Ketika seuntai senyum tulusmu
kepada seseorang tak
terbalaskan...
Yakinlah bahwa Allah ta'ala akan
selalu tersenyum kepadamu.
.
Ketika tegur sapamu kepada
seseorang tak terjawabkan...
Yakinlah bahwa Allah ta'ala akan
selalu menyambut sapaanmu.
.
Ketika kepercayaan yang engkau
titipkan kepada seseorang
dikhianati...
Yakinlah bahwa Allah ta'ala akan
selalu menepati janji-janji-Nya .
.
Ketika seberkas harapanmu
kepada seseorang disia-siakan...
Yakinlah bahwa Allah ta'ala akan
selalu bersama dalam setiap
langkahmu.
.
Dan ketika ungkapan kasih
sayang sucimu kepada seseorang
terabaikan...
Yakinlah bahwa Allah ta'ala akan
memberimu pengganti yang lebih
baik di masa yang akan datang.
Insya Allah...

Sunday, March 8, 2015

Berhati-hatilah Dengan Pujian


Pujian  mungkin  bisa  menumbuhkan  kepercayaan  diri.  Namun  pujian
adalah  rangkaian  kata-kata  yang  harus  anda  waspadai.  Ketika  anda
menerima  pujian,  dalam  hati  anda  tersanjung,  lalu  mengangguk-angguk
membenarkannya.  Sesaat  kesadaran  anda  lenyap  terbuai  oleh  perasaan
yang  luar  biasa  nikmat.  Ini  keruntuhan  pertama.  Berhati-hatilah  dengan
pujian.  Perlakukan  ia  seperti  anda  melihat  ular  berkulit  indah  namun
menyemburkan  racun.  Keruntuhan  selanjutnya  terjadi,  bila  anda  mulai
berkarya karena mengharap pujian.

Pujian itu bagai air laut. Semakin banyak diminum, semakin hauslah anda.
la  membunuh  anda  perlahan-lahan.  Bukan  karena  terlalu  banyak  garam
yang  anda  reguk.  Namun,  karena  kerakusan  anda  yang  tak  terpuaskan.
Bekerjalah  dengan  tulus,  karena  anda  memiliki  tujuan  mulia  untuk
ditunaikan. Siapkan keranjang sampah besar untuk menyingkirkan semua
pujian  yang  datang.  Anda  sama  sekali  tak  memerlukan  pujian.  Anda
                                                  memiliki jalan anda sendiri

Saturday, March 7, 2015

Anugerah Yang Paling Berharga


Ada  sebuah  telaga  indah.  Airnya  sejuk,  jernih  dan  tenang.  Permukaannya berkilauan,  bukan  hanya  karena  memantulkan  sinar  rembulan,  namun batu-batu  pualam  yang  ada  di dasarnya  juga  memancarkan  cahaya. Kedamaian  selalu meliputinya.  Sayangnya,  telaga  itu  tak  mudah  di jangkau, la terletak di tengah hutan lebat yang dipagari oleh semak berduri. Pepohonan tinggi dan binatang buas menghadang setiap langkah ke sana. Siapa  pun  yang  mampu  menemui  dan  mereguk keindahannya,  raja  rimba pun tunduk dan patuh padanya.

Telaga  itu  adalah  hati  nurani  anda.  yang  senantiasa menyerukan ketentraman batin. Kesejukan regukan airnya memberi makna pada hidup anda. Sedangkan rimba lebat penuh onak dan binatang buas adalah wujud dari  pikiran,  emosi,  hawa  nafsu  dan  persepsi  indrawi  yang  selalu menghalangi  jalan  anda.  Tanpa  disadari  ia  pun  dapat  melukai  diri  anda. Namun,  bila  anda  telah  menemukan  suara  hati  nurani  itu. maka  kekuatan dan kedamaian melingkupi anda. Temukan telaga jernih milik anda. Itulah anugrah paling berharga yang harus anda pegang teguh dalam hidup ini.

SEMOGA BERMANFAAT DAN BAROKAH 
AMIN !!!