Showing posts with label INSPIRATION NOTE. Show all posts
Showing posts with label INSPIRATION NOTE. Show all posts

Sunday, April 10, 2016

Hidup Itu Indah

Dalam  menghadapi  kehidupan  ini,  kita  sering  merasa  hidup  begitu
menekan  dan  sulit.  Berbagai  pekerjaan  membuat  kita  melewati  hari  demi
hari  dalam  stres  yang  tak  berkeputusan.  Berbagai  masalah  membuat  kita
tak  mampu  lagi  melihat  hal-hal  yang  indah  dan  menarik  dalam  hidup.
Bahkan  kadangkala  ada  juga  orang  yang  begitu  putus  asa  sehingga
mencoba  mengakhiri  hidupnya  sendiri.  Kalaupun  tidak  seekstrim  itu,
banyak  orang  menjadi  seperti  robot.  Melewati  hari  demi  hari  dalam
rutinitas. Tanpa gairah, tanpa semangat, tanpa harapan.

Dengan  memiliki  harapan  manusia  mempunyai  alasan  untuk  tetap
melanjutkan  hidupnya.  Harapan  membuat  manusia  tidak  pernah  berhenti
berjuang.  Harapan  membuat  manusia  merancangkan  langkah-langkah
yang  tepat  bagi  kelangsungan  hidupnya.  Ini  membuktikan  bahwa  hidup
manusia  itu  berharga  karena  didalamnya  terkandung  nilai-nilai  yang
diperjuangkan untuk membuat manusia tetap hidup.

Friday, November 13, 2015

Kepada Para Mantan Tercinta, Dari Kami, Lelaki Yang Sudah Kalian Lupakan.

Kepada para mantan tercinta, dari kami, lelaki yang sudah kalian lupakan.

Membuat tulisan seperti ini adalah sebuah hal yang berat untuk kami. Tapi tidak bisa tidak, ini sesuatu yang harus kami lakukan. Dengan segala resiko cemohoon orang-orang yang tertawa sinis sambil bilang, “dasar gak bisa move on!”. Atau juga amarah kekasih tampan kalian yang sekarang menggandeng tangan kalian dengan bangga dan bahagia.

Ya, kami melakukan ini untuk kalian. Atas nama kenangan. Atas nama impian yang dulu pernah kita bangun bersama. Atas nama mimpi-mimpi bahagia yang pernah menjadi angan-angan.

Mungkin tulisan ini berupa sebuah persembahan terakhir kami kepada kalian, sebelum kami benar-benar menutup halaman kitab suci percintaan yang kini sudah tamat kita selesaikan. Walaupun kisah ini sepertinya tidak berakhir dengan indah, setidaknya kata-kata penutupnya adalah sesuatu yang indah yang bisa kita kenang bersama.

Kenangan..

Kenangan hanyalah sebuah kata pendek yang sederhana. Tetapi maknanya sedalam lautan. Hanya kenanganlah yang dapat membuat kami kuat, namun pada saat yang sama, kenangan pula yang melemahkan kami. Tapi tak apa. Ini adalah sebuah fase dalam kehidupan yang tak mungkin siapa pun hindari.

Kami hanya ingin mengenang masa-masa indah bersama kalian. Masa-masa di mana seolah-olah waktu tak pernah berputar dan kita seperti hidup di dalam keabadian. Masa inilah yang mungkin adalah bagian dari hidup kami yang paling berharga.

Berharga karena ada kalian di dalamnya..

Karena hanya kalian yang membuat kami berharga. Hanya kalian yang bisa membuat kami merasa bagaikan superhero yang rela menembus badai demi seseorang yang kami cintai. Hanya kalian yang membuat malam gelap seolah terang benderang, dan siang menyengat seolah fajar yang sejuk.


Hanya kalian pula yang sanggup membuat kami tertawa karena bahagia, tersenyum kecut lantaran berbuat salah, atau menangis sesenggukan karena tidak dipedulikan. Hanya kalian yang bisa membuat kami belajar lebih rajin agar sukses dalam kuliah. Hanya kalian pula lah yang membuat kami ingin berusaha keras memperbaiki hidup kami yang sudah amburadul sejak awal.

Kalian lah yang selalu memperhatikan apapun yang kami lakukan. Memberikan semangat saat kami putus asa dalam usaha-usaha kami. Sekedar membuatkan masakan kecil untuk kami makan, di kamar kost kami yang sempit dan berbau rokok.

Wajah cantik kalianlah yang selalu tersenyum saat kalian melihat kami kekenyangan oleh pudding pink yang kalian buat, atau sop ayam keasinan yang kalian bawakan. Yang merengut ngambek saat kami datang terlambat di malam minggu. Yang begitu senang saat kami menggandeng tangan kalian di keramaian. Yang begitu bangga memperkenalkan kami kepada teman-teman gaul kalian.

Tuesday, November 3, 2015

DIA ADALAH MALAIKATKU

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ



Suatu  hari  seorang  bayi  siap  untuk  dilahirkan  ke  dunia.  Dia  bertanya
kepada Tuhan:

"Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku
ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya  begitu  kecil  dan
lemah?"

Tuhan  menjawab,  "Aku  telah  memilih  satu  malaikat  untukmu,  la  akan
menjaga dan mengasihimu."

'Tapi  di  sini.  di  dalam  surga,  apa  yang  pernah  saya  lakukan  hanyalah
bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia."

"Malaikatmu  akan  bernyanyi  dan  tersenyum  untukmu  setiap  hari.  Dan
kamu  akan  merasakan  kehangatan  cintanya  dan  menjadi  lebih
berbahagia."

"Dan bagaimana  saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka ?"

"Malaikatmu  akan  berbicara  kepadamu  dengan  bahasa  yang  paling  indah
yang  pernah  kamu  dengar;  dan  dengan  penuh  kesabaran  dan  perhatian,
dia akan mengajarkan bagaimana cara berbicara."

"Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?"

"Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara berdoa."

"Saya  mendengar  bahwa  di  Bumi  banyak  orang  jahat.  Siapa  yang  akan
melindungi saya?"

"Malaikatmu  akan  melindungimu,  walaupun  hal  itu  mungkin  akan
mengancam jiwanya."
'Tapi, saya pasti akan merasa sedih karena tidak melihat-Mu lagi."

"Malaikatmu  akan  menceritakan  padamu  tentang-Ku dan  akan
mengajarkan  bagaimana  agar  kamu  bisa  kembali  kepada-Ku, walaupun
sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."

Saat  itu  Surga  begitu  tenangnya  sehingga  suara  dari  Bumi  dapat
terdengar,  dan  sang  bayi  bertanya  perlahan,  'Tuhan,  jika  saya  harus  pergi
sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?"

"Kamu akan memanggil malaikatmu, IBU"

Monday, November 2, 2015

PIKIRAN YANG HENING




بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ

salam sahabat senja semoga jiwa dan raga kita selalu terjaga. mungkin ini adalah lanjutan dari pada artikel saya "cobalah renungkanlah" kemarin yang saya bagikan kepada sahabat. otak kita memiliki juataan sel dan saraf yang dapat mempengaruhi perilaku dan juga keadaan setempat baik itu negatif atau positif, semua tergantung pada diri kita bagaimana menggunakannya dan merawatnya. kita tidak dapat memikirkan 2 hal sekaligus dalam satu waktu. karena otak memiliki mekanisme yang begitu sangat teratur dan penyimpanan yang saya rasa melebihi alat-alat yang pernah di ciptakan oleh manusia. 

pikiran hening.. dimana kita dapat merasakan hal itu ? bagaimana cara melakukan itu ? apakah kita bisa melakukannya ? lantas seperti apa pikiran yang hening itu ? mari kita telaah.

Pejamkan mata anda. Amati apa yang terlintas dalam benak anda. Barangkali anda melihat berkelebat-kelebat bayangan. Mungkin anda menemukan kesenangan, ketakutan atau keinginan anda. Mungkin juga anda mendapati imajinasi, perasaan dan emosi anda.Itu semua adalah bentuk-bentuk pikiran anda. la melompat-lompat kesana-kemari. Bagai kuda liar bertera baja panas di pahanya. Tak mudah
ditangkap. Namun anda bisa mengamatinya dan sedikit demi sedikit menenangkannya. Hingga anda mampu melampirkan tali kendali dan menungganginya.

Hampir setiap sudut hidup kita berkenaan dengan pikiran kita. Pikiran menguasai  banyak tindakan dan sikap. Namun, pikiran, seperti anda lihat dalam  pejaman  mata. sangat mudah berkeliaran. Jangan biarkan pikiran liar menguasai diri anda. Berkonsentrasilah untuk memusatkan pikiran, dan menenangkan pikiran.
Dalam keheningan pikiran, anda tidak hanya menemukan fenomena yang luar biasa. Justru, keheningan pikiran adalah fenomena luar biasa itu.

anda tidak hanya merasakan ketenangan tapi lebih dalam lagi memaknai apa itu ketenangan. setiap individu memiliki keadaan psikologis yang berbeda-beda dan mempunyai cara tersendiri untuk membuka mata batin atau sering kita kenal dengan memasuki alam bawah sadar.

*jangan hanya bermimpi dengan keadaan mata tertutup. tapi bermimpilah dengan mata terbuka

Sunday, November 1, 2015

COBALAH UNTUK MERENUNG


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ


seperti embun menjatuhi mahkota bunga
begitulah Tuhan memeluk kita dengan Rahmat serta Ridlo-Nya
seperti embun yang menempel di jendela sirna karena terik
begitulah Tuhan yang menciptakan dan meniadakan tidak tanpa alasan


selamat malam sahabat senja. mungkin lumayan lama saya tidak berbagi tulisan serta artikel yang saya rasa bermanfaat untuk sahabat senja sekalian. tapi di sisi lain saya dapat sedikit ilmu meski itu hanya sekedar berbentuk cerita, dan saya rasa cerita ini bisa menjadi pelajaran buat sahabat senja. mungkin lebih banyak aku mendapatkannya dari film serial Anime atau Manga yang sering kita dulu kenal dengan Cartoon, dan sebagian dari kehidupan nyata. karena saya rasa serial Tv nasional kita hanya ramai dan panas dengan hal yang berbau gosip dan FTV semata. 

Sahabat mungkin kita kadang merasa atau sering tiba-tiba melamun dan bicara sendiri tanpa sepengetahuan orang lain, atau yang sering kita dengar dengan bahasa alay "Galau". Tapi disini saya lebih menyebut itu Merenung. Karena saya rasa semua itu wajar, dan bahkan bisa menjadi suatu keharusan untuk kita lakukan sehari-hari, meskipun itu hanya sekali saja dalam sehari. minimal sediakan beberapa menit dalam sehari untuk melakukan perenungan. Lakukan di pagi hari yang tenang, segera setelah bangun tidur Atau di malam hari sesaat sebelum beranjak tidur. Merenunglah dalam keheningan. Jangan gunakan pikiran untuk mencari berbagai jawaban. Dalam perenungan anda tidak mencari jawaban. Cukup berteman dengan ketenangan maka anda akan mendapatkan kejernihan pikiran. Jawaban berasal dari pikiran anda yang bening. Selama berhari-hari anda disibukkan oleh berbagai hal. Sadarilah bahwa pikiran anda memerlukan istirahat. Tidak cukup hanya dengan tidur. Anda perlu tidur dalam keadaan terbangun. Merenunglah dan dapatkan ketentraman batin.

Pikiran yang digunakan itu bagaikan air sabun yang diaduk dalam sebuah gelas kaca. Semakin banyak sabun yang tercampur semakin  keruh air. Semakin cepat anda mengaduk semakin kencang pusaran. Merenung adalah menghentikan adukan. Dan membiarkan air berputar perlahan. Perhatikan partikel sabun turun satu persatu, menyentuh dasar gelas. Benar-benar perlahan. Tanpa suara. Bahkan anda mampu mendengar luruhnya partikel sabun. Kini anda mendapatkan air jernih tersisa di permukaan.  Bukankah  air  yang  jernih  mampu  meneruskan  cahaya. Demikian halnya dengan pikiran anda yang bening.

kebanggaan kita bukan karena kita tak pernah gagal dalam hal apa pun, tapi bagaimana kita bangkit disaat kita jatuh. setiap orang mempunyai cara mereka sendiri untuk merenungkan apa yang telah terjadi pada dirinya. tak sedikit pula yang salah dalam mengambil keputusan dan salah. ini semua bukan tentang salah atau pun benar. ini tentang proses bagaimana kita menyikapi atau belajar dalam satu pelajaran yang kita alami dan apa yang sudah kita peroleh dari itu semua. tidak ada kebagian yang murni melainkan ketenangan dan nyaman tak selamanya aman. 

Monday, August 24, 2015

IBUNDA ITU PENEDUH BAGI JIWA

ibu
ibunda
mama
umi
emak
begitu banyak nama yang bisa kita pakai.
tapi tak ada gelar yang pantas disandangnya kecuali nikmat surga-Nya.
dia yang tak henti-henti memberikan tak kita meminta yaitu do'a.
dia yang selalu menangis tanpa henti disetiap malam untuk ampunan.
sholehah adalah gelar di dunia baginya, yang berhadiahkan surga.
masihakah kita membentak, marah, membohongi, sampai karas kepadanya.
ampunan-Nya mungkin tak akan pernah ada tanpa ada belas kasih darinya.

Menjadi seorang ibu merupakan karunia yang sangat mulia. Ia dilembutkan suaranya agar menjadi peneduh bagi jiwa, ia diindahkan bentuknya agar menjadi penggembira bagi siapa pun yang melihatnya. Ia dikuatkan hatinya agar mampu menanggung beban seberat apa pun, ia disantunkan kata-katanya agar menjadi penyemangat ketika hati gundah.

BAGAIMANA MENJADI IBU YANG BAIK - ADA BEBERAPA HAL-HAL SEDERHANA YANG DAPAT DILAKUKAN DAN PERHATIKAN HASILNYA.

PERTAMA: Jaga kesantunan kata-kata. Kata-kata merupakan dasar utama pembentukan karakter. Ia merupakan sebuah rangkaian doa panjang yang mampu menetapkan akan menjadi apa putra-putri kita nantinya. Jangan pernah mengeluarkan kata-kata yang penuh amarah, apalagi yang merendahkan.

KEDUA: Jangan pernah berhenti mendoakan anak dalam setiap salat atau ibadah kita. Sejarah membuktikan bahwa orang-orang sukses adalah karena ketulusan doa orang tuanya. Jadikan doa-doa anda seperti permadani panjang yang akan mengantarkannya pada kemudahan kemudahan persoalan hidupnya kelak.

KETIGA: Jangan pernah sekalipun putra-putri kita mendengar pertengkaran orang tuanya karena akan mengecilkan hatinya ketika menghadapi kesulitan-kesulitan. Studi psikologi membuktikan seseorang yang dibesarkan dalam lingkungan orang tua yang penuh amarah akan memiliki daya tahan yang rendah dalam menghadapi persoalan.

KEEMPAT: Jaga keluarga kita dengan hati yang baik. Sehebat apa pun atau ke mana pun putra-putri kita akan disekolahkan. Tidak akan menjadi apa-apa sampai kualitas hati orang tuanya menjadi baik.

KELIMA: Anak-anak kita adalah bintang, ia memiliki kualitas bintang yang luar biasa kalau kita mau menggalinya. Jika ia tidak menjadi bintang, karena kita memperlakukan dengan cara-cara biasa.

KEENAM: Jangan pernah bicarakan kekurangan dan atau kejelekan putra-putri tercinta kita, apalagi menceritakan secara berulang-ulang. Mungkin memang benar dia melakukan kesalahan, tetapi dengan menceritakan justru akan memperkuat perilaku salahnya.

KETUJUH: Ajarkan nilai-nilai keluhuran budi karena hanya budi pekerti luhurlah yang akan membawa pada nilai-nilai kebahagiaan hakiki.

Tentu masih banyak hal-hal lain yang akan melengkapi kesempurnaan seorang Ibu.

Subhanallah..

aku sayang engkau wahai IBUNDA

Saturday, August 22, 2015

Ibunda Mengapa Ibu Menangis ??



بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Suatu
  ketika,  ada  seorang  anak  laki-laki  yang  bertanya  kepada  ibunya.
"Ibu.  mengapa  Ibu  menangis?".  Ibunya  menjawab,  "Sebab.  Ibu  adalah
seorang  wanita.  Nak".  "Aku  tak  mengerti"  kata  si  anak  lagi.  Ibunya  hanya
tersenyum  dan  memeluknya  erat.  "Nak,  kamu  memang  tak  akan  pernah
mengerti...."

Kemudian,  anak  itu  bertanya  pada  ayahnya.  "Ayah,  mengapa  Ibu
menangis?  Sepertinya  Ibu  menangis  tanpa  ada  sebab  yang  jelas?"  Sang
ayah  menjawab,  "Semua  wanita  memang  menangis  tanpa  ada  alasan".
Hanya  itu  jawaban  yang  bisa  diberikan  ayahnya. Lama  kemudian,  si  anak
itu  tumbuh  menjadi  remaja  dan  tetap  bertanya-tanya,  mengapa  wanita
menangis.

Pada  suatu  malam,  ia  bermimpi  dan  bertanya  kepada  Tuhan."Ya  Allah,
mengapa wanita  mudah  sekali  menangis?"

Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,

"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan
bahunya,  agar  mampu  menahan  seluruh  beban  dunia  dan  isinya,  walaupun
juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan  kepala  bayi
yang sedang tertidur.

Kuberikan  wanita  kekuatan  untuk  dapat  melahirkan,  dan  mengeluarkan
bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkah menerima
cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang
menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada  wanita.  Kuberikan  kesabaran,  untuk  merawat  keluarganya,  walau
letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah

Kuberikan  wanita,  perasaan  peka  dan  kasih  sayang,  untuk  mencintai
semua  anaknya,  dalam  kondisi  apapun,  dan  dalam  situasi  apapun.
Walau,  tak  jarang  anak-anaknya  itu  melukai  perasaannya,  melukai
hatinya.

Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi  yang
terkantuk  menahan  lelap.  Sentuhan  inilah  yang  akan  memberikan
kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan  wanita  kekuatan  untuk  membimbing  suaminya  melalui  masa-
masa  sulit,  dan  menjadi  pelindung  baginya.  Sebab,  bukankah  tulang
rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan
pengertian  dan  menyadarkan,  bahwa  suami  yang  baik  adalah  yang  tak
pernah  melukai  istrinya.  Walau,  seringkali  pula.  kebijaksanaan  itu  akan
menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri,
sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan,  akhirnya.  Kuberikan  ia  air  mata  agar  dapat  mencurahkan
perasaannya.  Inilah  yang  khusus  Kuberikan  kepada  wanita,  agar  dapat
digunakan  kapanpun  ia  inginkan.  Hanya  inilah  kelemahan  yang  dimiliki
wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, karena
di kakinyalah kita menemukan surga.

##
sahabat sekalian mungkin dari cerita diatas begitu banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil, semoga bisa menjadi manfaat dalam kehidupan kita semua dan tidak hanya  sadar ketika membaca tapi setelah itu lupa.
saya tak ingin mendiskriminasi tentang masalah gander. laki-laki atau wanita sama saja buat saya, yang terpenting bagaimana kita bisa bisa menjadi anak yang dapat memberikan syafaat serta selalu mendapatkan ridho dari orang tua kita.
jangan menunggu kehilangan mereka baru kita sadar dan berakhir pada penyesalan.
satu lagi pelajaran dari cerita di atas
Sudah pantaskah  diri kita menjadi seorang anak dan kelak menjadi orang tua ??

Thursday, July 16, 2015

Aku Menunggu MU Membali RAMADHAN

Mereka sibuk bernyanyi untuk MU
tangan mereka seolah tak kenal rasa capek
mulut mereka bergerak tak seperti biasanya
sampai aku tak mengerti entah itu bahagai atau bersedih ??


Jika memang benar KAU akan pergi
kenapa KAU tak keluarkan satu patah kata ??
KAU sudah menguji “kita” dengan malam MU yang sangat rahasia
kenapa kepergian MU juga menjadi Rahasia bagi ku ..


Aku tak ingin beranjak dari tempat ini
ku rasa “mereka” sudah cukup mewakili dari semua benua
Aku hanya ingin menulis tentang MU saja
tentang KAU yang selalu di tunggu dan menjadi “abid”


KAU tak tampak tapi KAU berasa
bagai gula dalam kopi ku malam ini
KAU datang tidak di jemput pulang pun tak di antar
tapi KAU bukan jelangkung seperti mitos jawa
KAU adalah KAU dan tetap selalu menjadi diri MU
kebanggaan tersendiri jika aku bisa bertemu denga MU lagi
KAU dapat melipat gandakan “apa pun” 
tapi KAU bukan penyihir
KAU punya satu malam yang paling ditunggu setiap “abid”
bukan malam dimana bulan seperti bola mata dengan jutaan hiasan bintang

Apakah benar ini menjadi kemerdekaan jika KAU pergi ??

bukan aku tak yakin tapi aku yang menyayangkan hal itu
buat ku kemerdekaan adalah saat KAU masih bersama “kami”
Kini aku mengulang beberapa kepergian temasuk diri MU
Kini malamku tak lagi bersama MU lagi
Kini KAU akan menjadi momentum yang selalu ku tunggu


aku menunggu MU kembali RAMADHAN


29 Ramadhan 1436 H
#PenikmatSenja

              

DETIK DETIK KEPERGIAN RASULULLAH SAW


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
lama tak menulis kembali, kesempatan kali ini aku tak akan menulis, tapi saya mencoba mengumpulkan dari beberapa cerita mungkin ini terbilang singkat, karena Hanya Dia Sang Pemberi Nafasku yang tahu hakiki dari cerita ini. lebih dari 100 atau bahkan 1000 tulisan tentang detik-detik atau cerita menjelang di ambilnya Ruh Nabi kita Muhammad SAW. dan begitu banyak hikmah jika kita kembali menelaah dan merenungkan apa yang bisa diambil dari setiap detik demi detik menjelang keperian Rasulullah SAW. Semoga tambahan tulisan ini bermanfaat untuk kita semua bagi pembaca terlebih untuk saya sendiri. dan terima kasih untuk puluhan blog atau beberapa refrensi buku tak mungkin saya tulis satu persatu جَزَاكُمُ اللّهُ

Pagi itu Rasululloh dengan suara terbata-bata berkutbah, " Wahai umat ku. kita semua dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih_Nya, maka taat dan bertaqwala kepada_Nya. Ku wariskan dua perkara kepada kalian, Al Qur'an dan Sunnahku. Siapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk surga bersama-sama aku"
Kutbah singkat itu di akhiri dengan pandangan mata rasululloh yang tenang dan penuh minat menatap satu persatu sahabatnya. Abu bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang. Ali menundukkan kepala.
Isyarat telah datang, saatnya telah tiba, " Rasululloh akan meninggalkan kita semua" keluh hati sahabat. Manusia tercinta itu, hampi selesai tunaikan tugasnya. Tanda-tanda itu makin kuat. Ali dengan cekatan memeluk rasululloh yang lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah rasululloh masih tertutup. Di dalamnya rasul terbaring lemah dengan kening berkeringat membasahi pelepah kurma alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar salam, "bolehkah saya masuk?'
tanyanya.
Fatimah tak mengijinkan masuk. "Maafkan ayahku sedang demam."
Ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya, "siapakah itu wahai anakku" "Tak taulah ayahku, sepertinya baru kali ini aku melihatnya" tutur Fatimah lembut.
Rasul menatap putrinya dengan pandangan yang mengetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah putrinya hendak di kenangnya.
" Ketahuilah. Dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. dialah malaikul maut" kata rasululloh. Fatimahpun menahan ledakan tangisnya.
Ketika malaikat maut datang mendekat, rasul menanyakan kenapa jibril tidak menyertainya. Kemudian di panggilah jibril yang sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah" tanya rasul dengan suara yang teramat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka. para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Ternyata itu tidak membuat rasul lega. Matanya masih penuh gambaran kecemasan.
" Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" tanya jibril.
" Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
" Jangan khawatir ya rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepada ku, Ku haramkan surga bagi siapa saja, kecuali umat muhammad telah berada di dalamnya" kata jibril.
Detik-detik semakin dekat. Saatnya Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh rasululloh di tarik. Nampak sekujur tubuh rasul bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini" rasululloh mengaduh lirih. Fatimah terpejam. Ali yang berada di sampingnya menunduk semakin dalam. Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" tanya rasululloh pada malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapa yang sanggup melihat kekasih Allah di renggut ajal," kata Jibril. Kemudian terdengar rasul memekik karena sakit yang tak tertahankan. "Ya Allah, dasyat nian maut ini, timpahkan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku".
Badan rasul mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya, " Uushikum bis shalati, wa maa malakat aymanukum. Peliharalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah diantara kamu"
Di luar pintu tangispun mulai terdengar bersahutan. Sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya. Dan Ali kembali mendekatkan telinga di bibir rasul yang mulai kebiruan, " Ummatii..., ummatii...., ummatii...,"

Wednesday, June 17, 2015

Roda Kehidupan


"Guru, saya pernah mendengar kisah seorang arif yang pergi jauh dengan
berjalan kaki. Cuma yang aneh, setiap ada jalan menurun, sang arif konon
agak  murung.  Tetapi  kalau  jalan  sedang  mendaki  ia  tersenyum.  Hikmah
apakah yang bisa saya petik dari kisah ini1?"

"Itu perlambang manusia yang telah matang dalam meresapi asam garam
kehidupan.  Itu  perlu  kita  jadikan  cermin.  Ketika  bernasih  baik.  sesekali
perlu kita sadari bahwa satu ketika kita akan mengalami nasib buruk yang
tidak kita harapkan. Dengan demikian kita tidak terlalu bergembira sampai
lupa  bersyukur  kepada  Sang  Maha  Pencipta.  Ketika  nasib  sedang  buruk,
kita  memandang  masa  depan  dengan  tersenyum  optimis.  Optimis  saja
tidak cukup, kita harus mengimbangi optimisme itu dengan kerja keras."

"Apa  alasan  saya  untuk  optimis,  sedang  saya  sadar  nasib  saya  sedang
jatuh dan berada dibawah."

"Alasannya  ialah  iman,  karena  kita  yakin  akan  pertolongan  Sang  Maha
Pencipta."

"Hikmah selanjutnya?"

"Orang  yang  terkenal  satu  ketika  harus  siap  untuk  dilupakan,  orang  yang
diatas  harus  siap  mental  untuk  turun  kebawah.  Orang  kaya  satu  ketika
harus siap untuk miskin."

##
kita tak pernah tahu apa yang kelak terjadi tinggal kita memilih. kita zaman menngikuti kita atau kita yang mengikuti zaman.
semua pasti ada hukum dan tata cara sendiri-sendiri, bagaimana, kapan itu massalah waktu kita tak perlu memikirkan itu semua Just Do it, Because We Can.

Tuesday, June 9, 2015

Kisah Seekor Belalang.



selamat malam sahabat pena, jangan pernah berhenti untuk belajar dan menulis, kita memang tak bisa berbicara pandai seperti para petinggi dll, tapi jangan salah tak ada bahasa paling indah dari bahasa tulisan. seperti halnya puisi tak ada yang bisa mengerti maksud dari tiap bait dari ribuan kata yang tersusun, hanya penulis dan Tuhan lah yang tau :D
you are the writer of you'r LIFE
semoga bermanfaat  :D 
kisah ini.

##

Seekor  belalang  telah  lama  terkurung  dalam  sebuah  kotak.  Suatu  hari  ia
berhasil  keluar  dari  kotak  yang  mengurungnya  tersebut.  Dengan  gembira
ia melompat-lompat  menikmati  kebebasannya.  Di  perjalanan  dia  bertemu
dengan seekor belalang lain. Namun dia keheranan  mengapa  belalang  itu
bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan  penasaran  ia  menghampiri  belalang  itu,  dan  bertanya,  "Mengapa
kau  bisa  melompat  lebih  tinggi  dan  lebih  jauh,  padahal  kita  tidak  jauh
berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh ?".

Belalang  itu  pun  menjawabnya  dengan  pertanyaan,  "Dimanakah  kau
selama  ini  tinggal?  Karena  semua  belalang  yang  hidup  di  alam  bebas
pasti  bisa  melakukan  seperti  yang  aku  lakukan".  Saat  itu  si  belalang  baru
tersadar  bahwa  selama  ini  kotak  itulah  yang  membuat  lompatannya  tidak
sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Renungan:

Kadang-kadang  kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga
mengalami  hal  yang  sama  dengan  belalang.  Lingkungan  yang  buruk,
hinaan,  trauma  masa  lalu,  kegagalan  yang  beruntun,  perkataan  teman
atau  pendapat  tetangga,  seolah  membuat  kita  terkurung  dalam  kotak
semu  yang  membatasi  semua  kelebihan  kita.  Lebih  sering  kita
mempercayai mentah-mentah  apapun  yang  mereka  voniskan  kepada  kita
tanpa pernah berpikir benarkah Anda separah itu? Bahkan lebih buruk lagi,
kita  lebih  memilih  mempercayai  mereka  daripada  mempercayai  diri
sendiri. begitu pula dengan kenyamanan, kita terkadang sudah merasa "inilah yang selama ini aku cari" karena kenyamanan bisa menjadi bumerang yang labih dari pada penderitaan dimana sekitar kita adalah lingkungan buruk.

Tidakkah  Anda  pernah  mempertanyakan  kepada  nurani  bahwa  Anda  bisa
"melompat  lebih  tinggi  dan  lebih  jauh"  kalau  Anda  mau  menyingkirkan
"kotak"  itu?  Tidakkah  Anda  ingin  membebaskan  diri  agar  Anda  bisa
mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap diluar batas kemampuan
Anda?

Beruntung  sebagai  manusia  kita  dibekali  Tuhan  kemampuan  untuk
berjuang,  tidak  hanya  menyerah  begitu  saja  pada  apa  yang  kita  alami.
Karena  itu  teman,  teruslah  berusaha  mencapai  apapun  yang  Anda  ingin
capai.  Sakit  memang,  lelah  memang,  tapi  bila  Anda  sudah  sampai  di
puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.

Kehidupan  Anda  akan  lebih  baik  kalau  hidup  dengan  cara  hidup  pilihan
Anda. Bukan cara hidup seperti yang mereka pilihkan untuk Anda.